Senin, 17 Juli 2017

Siasati Pembelian Rumah Bagi Freelance Dengan Cara Ini !!



Kita tentu tau dengan betul bila seorang pekerja lepas atau freelance tidak akan mudah untuk membeli rumah seperti para pekerja kantoran. Persyaratan yang diajukan pun cukup sulit untuk dipenuhi. memiliki dan membeli rumah memang bukan hal yang mudha untuk dilakukan di kota – kota besar seperti Jabodetabek, terlebih lagi bagi mereka para pekerja lepas. Nilai jual rumah yang sudah sangat meningkat tinggi dan kekhawatiran akan terjadinya masalah over kredit rumah di pertengahan jalan menjadi alasan mengapa para freelancer enggan atau takut untuk membeli rumah.

Bahkan meskipun ada program KPR sekalipun, persyaratan yang diberlakukan untuk para pekerja lepas dinilai cukup sulit untuk dipenuhi. Hal inilah yang membuat para pekerja lepas semakin tidak percaya diri untuk mengajukan kredit rumah.

Saat ini pemerintah melalui Kementrian PUPR ( Pekerja Umum Bantuan Perumahan Rakyat) tengah mempersiapkan skema bantuan pembiayaan berdasarkan tabungan khusus untuk para pekerja freelance. Skema bantuan ini dilakukan berdasarkan tabungan. Para pekerja lepas diharuskan untuk menebung terlebih dahulu selama 6 hingga 12 bulan. Ketika sudah melakukan proses menabung selama waktu yang ditetapkan, baru para freelance bisa mendapatkan bantuan pembiayaan untuk hunian pribadi mereka. Bantuan yang akan diberikan berupa uang muka untuk perumahan sebesar 20 % dan sisanya dibayar oleh pekerja informal dengan menambahkan suku bunga komersil.

Selain bantuan perumahan dari pemerintahan yang dijelaskan diatas ada beberapa cara lain yang bisa kamu lakukan untuk membeli rumah. Simak informasinya dibawah ini !!

1.      Menabung 30 % Dari Penghasilan
Bila kamu memiliki penghasilan setiap bulan mulai dari Rp. 4 Juta hingga Rp. 5 juta setiap bulan, setidaknya uang yang harus kamu tabung mencapai 30 % dari pendapatan minimal per bulan yang kamu dapatkan. Dengan begitu kamu akan memiliki tabungan sebesar Rp. 36 Juta yang bisa kamu gunakan untuk pembayaran uang muka rumah dengan nilai jual hingga Rp. 150 juta.
Dengan uang Rp. 36 Juta yang kamu kumpulkan, sudah lebih dari cukup untuk memenuhi minimal pembayaran uang muka bahkan lebih jika mengingat penurunan besaran uang muka yang ditetapkan oleh pemerintah baru – baru ini yang menjadi 15 % saja.

2.      Sisihkan Uang Lebih Banyak
Usahakan untuk menyisihkan uang lebih banyak dari jumlah uang menabung utama yang kamu tetapkan. Hal ini karena tidak hanya biaya uang muka tau nilai jual rumah saja yang harus kamu bayar nanti. Namun ada biaya – biaya tambahans eperti biaya kepemilikan rumah, notaries, hingga biaya administrasi lainnya. untuk itu kamu perlu untuk cermat dan pintar – pintar menyisihkan uang untuk menabung.

3.      Alternatif Selain KPR Dan Bank
Selain KPR bank  kamu bisa membeli rumah dengan kredit melalui developer langsung atau membeli rumah subsidi yang disediakan oleh pemerintah. Kamu bisa melakukan sistem kredit in house pada developer dimana kamu langsung berhutang kepada developer. Developer akan memiliki peran seperti bank. Namun biasanya jangka waktu atau periode angsuran yang diberikan tidak terlalu panjang. Kamu bisa memberikan skema pembayaran dan penjelasan yang logis agar pihak developer percaya akn kemampuan kamu untuk melunasi hutang tersebut.

4.      Manfaatkan Promo Kredit
Tidak jarang sejumlah bank melakukan promosi kredit dengan memberikan keinganan dan potongan haga mulai dari memberikan promo berupa jangka waktu pembayaran atau tenor hingga 15 tahun hingga potongan harga dengan ketentuan tertentu. Pastikan kamu memilih angsuran rumah yang tepat dan sesuai dengan pendapatkan yang kamu peroleh setiap bulan. Hal ini penting untuk disesiaikan agar pihak bank menyetujui permohonan KPR yang kamu ajukan.

5.      Temukan Produk Dan Layanan Kredit Terbaik
Sebisa mungkin kamu harus menghindari untuk melakukan over kredit rumah. Kamu tentu tidak ingin jika rumah yang sudah lama kamu huni dan bayar cicilannya. Tiba – tiba hilang karena kamu tidak mampu membayar angsurannya dengan berbagai alasan. Untuk itu pilihlah produk kredit atau layanan pinjaman yang bisa membantu kmu bukan yang menyiksa kamu saat membayarnya. Pilih produk kredit dengan bunga rendah, tenor yang cukup panjang. Selain itu usahakan untuk menabung terlebih dahulu untuk mengumpulkan biaya pembayaran uang muka atau DP. Pastikan nilainya cukup besar agar angsuran yang kamu tunaikan nanti semakin ringan. Semakin besar uang muka yang kamu bayarkan semakin kecil pula bunga dan angsuran yang harus kamu bayar setiap bulan.

Semoga ulasan diatas bisa memberikan referens dan pencerahan bagi para pekerja freelance agar tidak putus asa dan lepas harapan untuk membeli rumah atau hunian pribadi. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, yang paling penting ialah berusaha dan action, jangan hanya berfikir dan merenung tapi berusaha dan lakukan aksi sekarang juga. Jangan menunda – nunda hal positif yang akan mencerahkan masa depanmu.

0 komentar:

Posting Komentar